DARI ALBUM KE PANGGUNG YANG LEBIH HIDUP: PERUNGGU SIAPKAN 
NARASI UTUH DI TUR “PERTUNJUKAN DALAM DINAMIKA” DI 
YOGYAKARTA
Manajemen PariwisataVol.1, No.1

DARI ALBUM KE PANGGUNG YANG LEBIH HIDUP: PERUNGGU SIAPKAN NARASI UTUH DI TUR “PERTUNJUKAN DALAM DINAMIKA” DI YOGYAKARTA

Kelompok

Kelompok 10

Diterbitkan

2 Jun 2026

Dilihat

109 kali

Abstrak

Perunggu, trio alternative rock asal Jakarta, menggelar tur perdana bertajuk “Pertunjukan Dalam Dinamika” di Yogyakarta pada Sabtu, 9 Mei 2026, bertempat di Jogja Expo Center (JEC) sebagai kota pembuka rangkaian tur setelah sukses merilis album kedua mereka yang bernama sama pada Agustus 2025. Mengusung konsep panggung imersif yang menyatukan permainan musik, tata cahaya, visual, dan alur narasi secara utuh, konser ini juga menghadirkan kolaborasi spesial dengan dua nama besar yaitu Eross Candra (gitaris Sheila on 7) dan Kunto Aji yang dijanjikan akan melahirkan performa sekali seumur hidup. Yang membedakan dari konser pada umumnya, Perunggu secara eksplisit mengajak penonton untuk tidak buru-buru mengangkat ponsel demi merekam dan mengunggah ke media sosial, melainkan menikmati pertunjukan secara personal terlebih dahulu sebuah seruan langka di era konten instan yang menekankan bahwa kenangan yang dalam harus dibangun sebelum dibagikan. Yogyakarta sendiri dipilih sebagai kota pembuka karena diakui memiliki ikatan emosional khusus sebagai “rumah kedua” bagi perjalanan karier Perunggu, dan melalui panggung JEC mereka tidak hanya akan membawakan lagu-lagu hits seperti “Di Udara” dan “Tentang Seseorang” dalam formasi lengkap Maul Ibrahim (vokal/gitar), Adam Adenan (bass/vokal), serta Ildo Hasman (drum/vokal), tetapi juga menceritakan proses kreatif di balik album—dari kegelisahan, kegembiraan, hingga kejujuran mentah yang menjadi DNA mereka. Pada akhirnya, “Pertunjukan Dalam Dinamika” bukan sekadar konser biasa, melainkan undangan untuk hadir secara utuh dengan kesadaran penuh tanpa distorsi layar ponsel, dan Yogyakarta dengan segala kedalaman budayanya dinilai sebagai tempat paling tepat untuk memulai narasi tersebut.

Ada kalanya sebuah konser tidak sekadar menjadi ajang mendengar lagu favorit secara langsung. Lebih dari itu, ia bisa menjadi sebuah perjalanan emosional yang dirancang lapis demi lapis. Itulah yang hendak ditawarkan oleh trio alternative rock asal Jakarta, Perunggu, melalui rangkaian tur bertajuk “Pertunjukan Dalam Dinamika.” Setelah sukses merilis album kedua mereka yang bernama sama pada Agustus 2025, Perunggu kini siap membawa penonton menyelami lebih dalam setiap dinamika yang terkandung dalam karya-karya mereka. Dan kabar baiknya, Yogyakarta terpilih sebagai kota pembuka yang akan merasakan getaran pertama dari perhelatan spesial ini. Tepat pada Sabtu, 9 Mei 2026, gelaran perdana “Pertunjukan Dalam Dinamika” yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) . Pemilihan JEC bukan tanpa alasan. Venue yang legendaris di ibu kota pelajar ini dinilai mampu mengakomodasi konsep panggung imersif yang ingin dihadirkan Perunggu sebuah pertunjukan yang menyatukan permainan musik, tata cahaya, visual, dan alur narasi secara utuh. Bagi para penggemar di Yogyakarta dan sekitarnya, ini adalah momen langka karena sang grup mengakui bahwa kota ini memiliki ikatan emosional khusus, seperti “rumah kedua” bagi perjalanan karier mereka. Lalu, apa yang membuat malam itu (9/5/2026) terasa begitu istimewa? Jawabannya adalah kolaborasi yang tidak terduga. Perunggu mengundang dua nama besar untuk ikut serta dalam dinamika mereka: Eross Candra gitaris legendaris Sheila on 7 yang juga produser dan Kunto Aji, penyanyi penulis lagu dengan segala keunikan vokalnya. Bayangkan bagaimana riff-riff alternatif Perunggu beradu dengan sentuhan Eross yang melodius, atau bagaimana emosi ala Kunto Aji mewarnai lagu-lagu yang sudah akrab di telinga. Ini bukan sekadar bintang tamu; ini adalah perjumpaan lintas generasi dan genre yang dijanjikan akan melahirkan performa spesial yang hanya akan terjadi sekali itu saja. Namun, di balik gemerlap panggung dan kolaborasi, ada pendekatan unik yang diusung Perunggu. Mereka secara eksplisit mengajak penonton untuk menikmati pertunjukan secara personal terlebih dahulu. Artinya? Jangan buru-buru mengangkat ponsel untuk merekam dan mengunggah ke media sosial. Biarkan diri Anda tenggelam, biarkan momen itu meresap tanpa filter. Ini adalah seruan yang langka di era konten instan. Bagi Perunggu, kenangan yang dalam harus dibangun sebelum dibagikan. Ini adalah gerakan sadar, bahwa kehadiran fisik di JEC pada 9 Mei adalah tentang merasakan atmosfer, bukan sekadar mengoleksi unggahan. Pertunjukan ini juga menjadi puncak dari perayaan album kedua mereka yang dirilis Agustus 2025, yang juga bertajuk "Dalam Dinamika". Lewat album itu, Perunggu semakin mantap meramu pengaruh rock 90-an dengan sentuhan modern yang renyah. Lagu-lagu seperti "Di Udara" atau "Tentang Seseorang" akan terasa lebih hidup ketika dibawakan dengan formasi lengkap Maul Ibrahim (vokal/gitar), Adam Adenan (bass/vokal), dan Ildo Hasman (drum/vokal). Di atas panggung JEC, mereka tidak hanya akan membawakan hits, tetapi juga menceritakan kembali proses kreatif di balik album tersebut—dari kegelisahan, kegembiraan, hingga kejujuran mentah yang menjadi DNA mereka. Pada akhirnya, "Pertunjukan Dalam Dinamika" bukan sekadar konser. Ini adalah undangan untuk hadir secara utuh—dengan kesadaran penuh, tanpa distorsi layar ponsel. Dan Yogyakarta, dengan segala kedalaman budayanya, adalah tempat yang paling tepat untuk memulai narasi itu.